#NAIDAPeduli: Bersama Menguatkan Hati yang Terbakar, Menyalakan Harapan Baru
Dalam satu malam, api mengubah Kasongan Lama dan meninggalkan duka bagi banyak keluarga. Rumah, usaha, dan ruang belajar harus ditinggalkan, namun harapan tak ikut padam.

Minggu malam, 25 Januari 2026, langit Kasongan Lama tak lagi sama. Dalam hitungan jam, kobaran api yang cepat menjalar dari sebuah warung kecil mengubah wajah pemukiman warga, kios pedagang, serta bangunan sekolah yang menjadi tempat tawa dan mimpi anak-anak. Dalam kepulan asap, puluhan rumah, kios, bahkan dua sekolah—MIN 1 Katingan dan MTs Al-Badar—hangus dilalap api, menyisakan puing dan duka di hati ratusan keluarga.
Kebakaran itu bukan sekadar berita. Ia adalah kisah tentang keluarga yang kehilangan ruang kebersamaan, pedagang yang melihat hari-harinya luluh dalam sekejap, dan anak-anak yang harus menata ulang hari belajar mereka di lokasi sementara pascapergantian tempat. Hingga kini, puluhan warga masih berjuang menyusun kembali hidup yang sempat runtuh, berjalan di antara kenangan dan asap yang belum sepenuhnya hilang.
Di tengah malam-malam harapan yang goyah, hadir tangan-tangan kecil yang tak bisa mengganti yang hilang, tetapi mampu menguatkan hati yang rapuh.

Kepedulian yang Berwujud
Bersama NAIDA Peduli, kami datang bukan sebagai sekadar pemberi bantuan — tetapi sebagai sahabat yang mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dialami. Dengan membawa sembako dan air mineral NAIDA, kami menyapa keluarga yang terdampak dengan langkah kecil mereka yang berusaha tersenyum lagi. Bantuan kami bukan hanya barang, melainkan ungkapan empati nyata bahwa kalian tidak berjalan sendirian.
Air yang kami bawa bukan sekadar air minum — ia adalah jeda untuk menarik napas di hari yang berat.
Sembako yang kami serahkan bukan sekadar kebutuhan pokok — ia adalah bukti bahwa kepedulian itu nyata.
Lebih dari itu, perhatian dari segenap elemen masyarakat terus mengalir. Beragam komunitas, organisasi keagamaan, serta relawan turut menyerahkan bantuan kasih di Posko Terpadu Penanganan Korban Kebakaran, menunjukkan bahwa di balik kehancuran, ada kepedulian manusia yang bangkit dan bergerak bersama.
Sekecil Apa Pun Bantuan, Besar dalam Maknanya
Kami sadar — tidak ada paket bantuan yang dapat menyembuhkan duka atau mengembalikan apa yang telah hilang. Namun, melalui kepedulian dan kebersamaan, kami percaya luka itu dapat dipeluk, dan harapan itu dapat dinyalakan kembali.
Harapan tak hilang hanya karena semua harta lenyap.
Harapan hidup kembali ketika tangan kita saling menggenggam.
Kami bersama kalian. Tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa pemulihan yang berat dan panjang. Dalam setiap tetes air NAIDA yang kami serahkan, dalam setiap bungkusan sembako yang diterima, kami ingin berkata: Kami peduli dan bersama, kita akan bangkit!
No comments yet. Login to start a new discussion Start a new discussion